Make your own free website on Tripod.com
SUMBANGAN KEWANGAN :
Bank Islam Cawangan Dungun
No : 13044-01-0009696
Nama Pemegangan :
Dewan Pemuda Pas Kawasan Dungun
(Meneruskan usaha dakwah & jihad filsabillah)

Tranung Kite dot net

Harta Kekayaan

Kecenderungan manusia terhadap pemilikan harta-kekayaan di dunia ini adalah suatu fitrah. Artinya manusia yang hidup ini dengan insting atau nalurinya berusaha keras untuk menggapai kesenangan dan kebahagian hidup di dunia ini. Salah satu caranya, dengan memiliki harta-kekayaan ini, seseorang akan terpandang mulia dan terhormat oleh manusia lainnya. Dengan harta-kekayaannya itu, seseorang bebas bergerak kemana saja dan apa saja dapat dikerjakannya tanpa hambatan atau kendala apapun.

Memang Allah SWT menyuruh kita berlomba-lomba mencari rezeki sebanyak-banyaknya, memperkaya diri kita masing-masing. Namun Allah SWT. memberi petunjuk bagi hambanya yang telah memiliki harta- kekayaan dengan pembatasan-pembatasan yang menusiawi. Artinya harta-kekayaan yang dimiliki oleh seseorang manusia, pada hakikatnya adalah milik Allah SWT yang dititipkan kepada seorang hamba-Nya yang telah ditakdirkan-Nya sebagai pemilikan harta- kekayaan tersebut dengan ketentuan pembatasan yang telah diatur oleh Allah SWT sendiri, seperti firman-Nya dalam Al Quran Al Karim surat Al Munafiqun ayat 9, bahwa orang-orang yang telah beriman akan sangat merugi, jika dengan harta-kekayaan itu beserta anak- anaknya semua, menjadi penyebab melemahnya untuk berzikir (ingat) kepada Allah SWT Banyak orang melupakan, bahwa dari seseorang miskin yang sangat menderita karena kemiskinannya, akan tetapi dengan usaha dan daya-upaya yang kemudiannya orang tersebut menjadi kaya raya, bahkan menjadi seorang konglemerat. Akibat kelupaan itu, sampai ia lupa pula, bahwa kekayaannya itu adalah karunia Allah SWT dan merupakan suatu rahmat Allah yang harus disyukuri.

Kemiskinan dan harta-kekayaan adalah dua hal yang senantiasa merupakan hiasan kehidupan manusia. Allah SWT menguji manusia ini dengan kemiskinan; apakah manusia dengan kemiskinannya itu akan menjadi kufur terhadap Allah SWT ataukah manusia dengan penuh kesabaran, berusaha mencari rezeki yang memang telah disediakan Allah SWT.

Ujian Allah, juga terhadap orang kaya raya atau konglemerat. Sampai dimana kewajibannya terhadap kaum dhu'afa telah ditunaikannya. Apakah zakat telah diselesaikan sesuai dengan petunjuk Syari'at. Di samping itu infaq dan sadaqah masih dirasakan berat sekali untuk dilaksanakan?

Allah SWT memperingatkan kepada orang-orang kaya-raya dan konglemerat di dalam al Quran al Karim surat Al Taghabun ayat 15 bahwa sesungguhnya harta-kekayaan, anak-pinak kita, adalah merupakan fitnah dan Allah SWT memiliki pahala yang maha Agung. Artinya, anganlah manusia ini ditipu dengan harta yang melimpah ruah, karena harta-kekayaan itu semuanya akan ditinggalkannya, manakala ajal telah tiba.

Rasulullah, Nabi kita Muhammad SAW dalam suatu Hadistnya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari memperingatkan supaya kita jangan mau diperbudak oleh emas dan perak (harta-kekayaan), karena dapat mencelakakan kita semua.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah mengaskan lagi, bahwa harta-kekayaan yang kita miliki adalah apa- apa yang telah kita makan, pakaian yang kita pakai dan sedekah yang kita berikan.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan suatu Hadits, bahwa Rasulullah SAW mengancam orang-orang yang menumpuk-numpuk harta kekayaan, dengan kebinasaan, kecuali dari harta kekayaan itu dikhususkan untuk dana kepentingan/kesejahteraan umat dan hak semacam ini jarang sekali terjadi.

Ayat-ayat al Quran al Karim serta hadits-hadits Rasulullah SAW tersebut diatas, memperingatkan kita supaya sadar diri. Selalu ingat (zikir) kepada Allah SWT bahwa dari harta-kekayaan kita itu terkandung hak kaum dhu'afa, di mana juga Allah SWT melarang kita sebagai hamba-Nya, bersifat bakhil. Keluarkanlah hak Allah dari harta-kekayaan kita berupa zakat, infaq dan sadakah, demi mensucikan semua harta-kekayaan kita dari noda-noda hitam yang mencelakakan diri peribadi dan keluarga, bahkan keturunan kita (cucu-cucu dan cicit-cicit)







______________________
Terbitan : 5 Julai 2002

Ke atas Ke atas Home Home

Diterbitkan oleh :
Lajnah Penerangan dan Dakwah, DPP Kawasan Dungun, Terengganu
http://clik.to/tranung atau http://www.tranungkite.cjb.net
Email : tranung2000@yahoo.com